Peroleh Piala Menjadi Harga Mati Untuk Manchester United Musim Depan

Peroleh Piala Menjadi Harga Mati Untuk Manchester United Musim Depan

Penjaga gawang Manchester United, Sergio Romero, menetapkan buruan kesebelasannya kompetisi musim berikutnya ialah mendapat gelar dan ini merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar lagi.

Manchester United hancur-hancuran musim kemarin. Setan Merah tidak mendapat 1 juga piala dan malahan cuma berakhir di tempat 6 Liga Inggris.

Tim Old Trafford jua memecat Pelatih Jose Mourinho pada Desember yang lalu dan memutuskan Ole Gunnar Solskjaer menjadi penerusnya.

Romero tidak ingin kisah jelek kayak ini terulang lagi kompetisi musim berikutnya. Dia mendesak Setan Merah untuk habis-habisan dan memenangkan trofi.

“Pesannya mirip sebagaimana pada umumnya, kami bakal berupaya mengerjakan paling baik yang kami mampu. Kami bakal berupaya jadi lebih bagus dari musim kemarin. Tahun ini kami tak memenangkan piala apapun. Kompetisi musim berikutnya kami mau meraih gelar, mengantarkan tim menuju tempat paling tinggi yang kami sanggup, ” tutur Romero di Soccerway.

“Anda telah tidak asing dengan kami menang dan merayakannya dan kami jua mengidamkan ini. Kami mau senantiasa merayakan dan menang dan berupaya jadi yang paling baik yang kami dapat, ” Romero melanjutkan.

Romero sendiri memperkuat Manchester United di dalam 7 laga di seluruh musim kemarin. Penjaga gawang dari Argentina ini jua menorehkan 3 catatan tidak kebobolan.

Kepa Arrizabalaga: Chelsea Tidak Diperkenankan Sia-Siakan Momentum

Kepa Arrizabalaga: Chelsea Tidak Diperkenankan Sia-Siakan Momentum

Buruknya penampilan dari sejumlah klub top Premier League membikin penjaga gawang Chelsea, Kepa Arrizabalaga merasa lumayan senang. Anggapannya, Chelsea seharusnya dapat menggunakan hal ini untuk mengunci posisi di empat besar Premier League.

Di dalam sejumlah minggu terbaru, 4 tim yang bertarung untuk berakhir di zona Liga Champions sulit untuk memperlihatkan performa paling baik. Hal itu juga membikin rivalitas makin terbuka lebar untuk Arsenal, Chelsea, Manchester United dan Tottenham Hotspur.

“Kami seharusnya dapat memperoleh kemenangan di 2 laga tersisa. Di dalam sejumlah minggu terbaru, kami mendapat pelajaran jika tidak terdapat laga yang berlangsung dengan enteng di Premier League, ” kata Kepa Arrizabalaga diberitakan situs web The Blues.

“Tim-tim di atas dan bawah kami sulit untuk mendapat kemenangan. Hal itu membikin kami sewajarnya dapat menggunakan momentum dan senantiasa bersiaga di 2 laga terbaru supaya dapat mendapat hasil penuh, ” tambah lelaki 24 tahun ini.

Di 2 pertandingan terbaru, armada Maurizio Sarri bakal melawan 2 kesebelasan kuat. Yaitu Watford dan Leicester City. Pertandingan vs Watford bakal dimulai di Stamford Bridge. Di sisi lain, pertandingan melawan Leicester bakal dilakukan di King Kekuatan Stadium.

Hasil seri yang didapat di kamp Manchester United penghujung minggu kemarin tidak merubah tempat Chelsea yang tengah ada di urutan 4. Eden Hazard dkk masih punya keunggulan 2 poin atas Arsenal dan 3 angka dari Manchester United.

Ajax serta Barcelona Jajaki Kerja Sama Bintang pada Waktu Mendatang

Ajax serta Barcelona Jajaki Kerja Sama Bintang pada Waktu Mendatang

Kontrak transfer antar Barcelona serta Ajax tentang Frengkie de Jong memulai jalan anyar untuk bintang lainnya. Akhir-akhir ini, ke 2 tim sedang menjajaki kontrak tentang transfer bintang di waktu yang akan datang.

Usai De Jong, Barcelona kini jua sedang melobi bintang Ajax lainnya yaitu Matthijs de Ligt. Berarti, ke 2 tim tengah mengatur point kontrak tentang kemudahan transfer pada waktu yang akan datang.

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh CEO Ajax, Edwin van der Saar serta Orang nomor 1 di Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Datang juga Direktur Sepakbola Ajax, Marc Overmars.

Nantinya, Blaugrana bakal mendapat prioritas saat memburu bintang Ajax. Sebaliknya, De Godenzonen takkan disulitkan saat mau meminjam ataupun menandatangani bintang dari Barca. Apabila dirunut menuju ke kurun waktu silam, memang ke 2 tim memiliki riwayat panjang tentang pergerakan transfer pemain pada bintang.

Bintang terbaru yang gabung dari Ajax menuju Barcelona ialah Jasper Cilessen. Barcelona memiliki beberapa bintang berpotensi tapi permasalahannya ialah mereka perlu menit berlaga yang sedikit lebih banyak. Bersama kontrak itu, didambakan para pemain itu memiliki peluang berlaga.

Barca memiliki para pemain sebagaimana Marlon, Yerry Mina, Todibo, Gabriel Moraes. Para pemain itu dapat mendapat peluang main sedikit lebih banyak bareng Ajax pada Eredivisie.

Auto Draft

Thiago Silva Sebut Kekalahan dari MU Memalukan

Thiago Silva tidak dapat menyembunyikan kekesalannya usai Paris Saint-Germain menerima kekalahan dari Manchester United. Buat leader kesebelasan Paris Saint-Germain itu, hasil negatif dari MU merupakan hal yang memalukan.

“Sulit untuk berbicara. Amat memalukan. Kami berlaga amat bagus di sana (Old Trafford), namun di sini kami tak melakukan hal-hal yang kami bicarakan sebelum laga, ” tutur Thiago Silva.

Hasil negatif dari The Red Devil membikin langkah Le Parisien di Liga Champions berakhir pada fase delapan besar. Selaku leader, Thiago juga meminta maaf pada semua fans.

“Kami di dalam penampilan yang bagus serta satu kali lagi ini selesai di sini. Ini sepak bola. Tak ada yang sukses hari itu. Aku meminta fans kami guna memaafkan kami. ”

Goal terakhir yang dilesatkan oleh Marcus Rashford via titik penalti jadi pemutus asa Le Parisien. Saat 3 sang pengadil memastikan keberadaan sebuah pelanggaran di jantung pertahanan, Silva tidak dapat mengatakan apa pub.

“Berikan suspensi seperti ini, saat laga sudah berjalan hingga menit terakhir, aku tak menyaksikan gambar, namun sang pengadil menyatakan pada aku jika 3 sang pengadil menyaksikannya. Mereka semua membikin keputusan guna memberi suspensi, ” beber Thiago.

“Ini memalukan sebab, dengan 1 menit, kita tak memiliki waktu guna bereaksi, malahan apabila kita harusnya bereaksi sepanjang 1 setengah jam lain,” tutupannya.

MU Dibantu 75.000 Fans untuk Kalahkan Liverpool

MU Dibantu 75.000 Fans untuk Kalahkan Liverpool

Northwest Derby bakal tersaji di Stadion Old Trafford kala Manchester United menjamu Liverpool, Minggu (24/2). Berlaga di markas sendiri, Juan Mata dkk dipastikan memperoleh sokongan lebih dari 75 000 suporter yang bakal memenuhi stadion.

Manchester United sekarang tengah dalam penampilan meningkat. Semenjak dilatih Ole Gunnar Solskjaer mereka cuma menelan kekalahan satu kali kala melawan Paris Saint-Germain di enam belas besar Liga Champions. Semantara pada Premier League tim dari kota Manchester tidak tersentuh kekalahan.

Catatan istimewa itu membikin Juan Mata optimistis dengan kans memenangkan pertandingan skuatnya. Terlebih di pertandingan mendatang mereka bakal berlaga di markas.

“Kami tak hanya punya sebelas pemain, namun terdapat 75 000 suporter yang bakal berlaga serta menghantarkan kami menyarangkan goal Minggu ini. Serta aku percaya mereka bisa menolong kami. Mereka bakal menekan Liverpool serta menjadikan kami memenangkan pertandingan, ” tutur Mata pada MUTV, Sabtu (23/2).

“Saya perlu ucapkan atmosfer di Old Trafford sejumlah pekan teranyar amat mengesankan. Mereka bahagia. Suporter hadir buat menyaksikan pencapaian laga serta kembali menuju ke rumah dengan merasa bahagia. Hal kayak ini amat vital untuk kami, jadi moga-moga team saya dapat meneruskan ini, ” dia melanjutkan.

Ultras Ajax Serang Hotel Tempat Bintang Madrid Menginap

Ultras Ajax Serang Hotel Tempat Bintang Madrid Menginap

Perang urat syaraf mulai dilancarkan Ultras Ajax Amsterdam menyongsong kesebelasan kesayangannya menghadapi Real Madrid pada leg awal enam belas besar Liga Champions, Kamis (14/2) dinihari WIB. Mereka menyerang hotel tempat bintang Madrid menginap.

Penyerangan Ultras Ajax Amsterdam dilaksanakan dengan cara menyalakan ribuan kembang api serta petasan jam 03. 00 dinihari waktu setempat. Cara itu mereka gunakan guna mengganggu konsentrasi Luka Modric dkk yang bakal tampil dalam Johan Cruyff Arena.

Kencangnya suara petasan serta kembang api itu diperkirakan mengganggu kenyamanan bintang Real Madrid. Terlebih saat 03. 00 dinihari adalah saat istirahat mereka yang baru saja datang di Bandara Schipol Amsterdam.

Meski suara yang ditimbulkan melalui petasan itu lumayan keras, semua suporter Ajax Amsterdam ini tak membikin keonaran di sekitar hotel yang terletak di distrik De Pijp ini. Pihak hotel sebenarnya telah menelepon polisi guna membubarkan masa. Namun pihak kepolisian baru datang 1 setengah jam kemudian.

Hasilnya, pihak kepolisian segera mengamankan 4 orang yang diduga jadi dalang aksi itu. Mereka diamankan lantaran sudah mengganggu ketertiban umum.

Adapun insiden itu bukanlah yang perdana dirasakan tim yang dijuluki Los Blanco ini. Beberapa musim kemarin mereka jua memperoleh sambutan tidak menyenangkan kala tandang menuju tim Turki, Galatasaray. Suporter tuan rumah mengancam bintang-bintang dengan melempar hotel tempat mereka menginap dengan tomat serta telur busuk.

Apabila ditengok dari pengalaman negatif di Galatasaray, El Real sama sekali tak terpengaruh serta bisa merebut kemenangan. Maka menarik dinanti apakah mentalitas pemain Santiago Solari kali itu bakal terpengaruh atau tidak.

Fernandinho: Aku Punya Peran Penting di City

Pemain berposisi gelandang Manchester City, Fernandinho, menyadari ia memainkan peran penting di timnya kini. Untuk itu, dia juga mau memberi semua kualitas paling baik demi membikin City selalu melangkah kampanye musim ini.

Apa yang dibilang pemain berposisi gelandang dari Brasil itu sesungguhnya bisa dibuktikan. Kampanye musim ini saja dia terus bermain menjadi strarter di Liga Premier Inggris. Malahan melalui 11 pertandingan, cuma satu kali ia digantikan Pep Guardiola.

Fernandinho mengaku perannya kampanye musim ini setingkat lebih sulit sebab ia tidak jarang mesti mengisi tempat Benjamin Mendy yang sering maju mendukung lini serang. “Peran aku ialah membenahi beberapa hal. Kami punya Mendy serta kadang aku mesti memblokir lini sebelah kiri kala ia maju. Sementara itu, Kyle Walker pun terus mendukung lini serang, ” jelasnya sebagaimana ditulis Daily Mail.

“Tanggung jawab aku amat besar, aku paham betapa pentingnya aku buat kesebelasan ini. Mengapa? Aku orang yang bagus, aku telah mendengar apa yang sudah dibilang, aku mengambil bola tanpa melakukan pelanggaran kepada lawan. Aku tersenyum sebab aku lelaki yang bahagia,” dia melanjutkan.

Di sisi lain, tentang duel-duel yang dihadapi di rumput hijau, Fernandinho menyatakan itu tak dapat dihindarkan di dalam sepakbola. Tak ketinggalan, bintang 33 tahun ini pun optimis menyatakan ia amat layak memperkuat tim sebesar Manchester City.

“Sepakbola ialah olahraga kontak. Ini amat normal. Di negeri Ku, mereka memanggil bintang yang bertanding di posisi aku sebagai pemain berposisi gelandang tinggal, tak buat berlaga bertahan. Aku coba memenangi bola atas buat mengawali serangan. Aku paham aku memiliki kemampuan yang lumayan buat bertanding di kesebelasan seperti ini,” ungkapnya.

Dikalahkan Arab Saudi, Timnas U-19 Indonesia Langsung Perbaiki Finishing

Setelah dibantai tim nasional U-19 Arab Saudi 2 hari kemarin, tim nasional U-19 Indonesia bakal balik lagi menjalani pertandingan persahabatan.

Kali ini tim nasional U-19 Indonesia bakal berjumpa dengan tim nasional U-19 Yordania di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/10).

Di partai yang bakal dimulai pukul 18. 30 WIB ini, juru tak-tik tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, telah mengevaluasi apa saja kekurangan skuatnya kala dibantai 1-2 dengan Arab Saudi.

Bekas juru tak-tik Bali United ini meminta supaya di kala melawan Yordania anak kecil asuhnya dapat memperlihatkan penampilan paling bagusnya.

“Hasil melalui evaluasi pertandingan lalu, menurut kami ketahui, banyak masukan soal kelemahan-kelemahan yang perlu kami perbaiki, ” tutur Indra Sjafri di Gelanggang ABC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).

“Terutama hal-hal kecil guna dapat sempurnanya kesebelasan taktikal kami, ” tutur Indra Sjafri melanjutkan.

Lelaki dari Sumatera Barat ini melanjutkan salah satu kelemahan tim nasional U-19 Indonesia di pertandingan lalu ini tak dapat memaksimalkan bersama bagus kesempatan di hadapan gawang rival.

Padahal Indra Sjafri mencatatkan setidak-tidaknya tersedia banyak kesempatan yang mesti jadi gol ke gawang Arab Saudi.

“Salah 1 permasalahan kami ya finishing, kami seharusnya manfaatkan di sisa masa yang beberapa saat itu buat memperbaikinya, ” tutur Indra Sjafri.

“Selain finishing, tersedia individual tinggal yang tengah tidak begitu sabar hingga melahirkan rival memperoleh peluang bola mati, ” tutur Indra Sjafri melanjutkan.

Bos Arema Muak dengan Perilaku Yuli Sumpil

CEO Arema FC, Iwan Budianto, memberi ungkapannya tentang sikap yang tak terpuji dari satu dari sekian banyak pentolan Aremania, Yuli Sumpil.

Sebelum laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di weekend ke-24 Liga satu 2018 pada Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/10), Yuli Sumpil turun menuju gelanggang guna mendekati kesebelasan rival.

Melalui rekaman video yang tersebar pada wartawan sosial, Yuli Sumpil nampak merobek-robek kertas di hadapan bintang-bintang Persebaya. Yuli Sumpil yang didampingi rekannya pun nampak adu mulut bersama penjaga gawang Persebaya, Alfonsius Kelvan, kala kesebelasan berjulukan Bajul Ijo itu tengah pemanasan di jeda paruh perdana.

Untung saja tersedia bintang-bintang Persebaya serta dewan Panpel Arema FC yang memisahkan ke 2 belah dewan itu.

Yuli Sumpil pun coba mendatangi salah gawang bersama memberi satu benda pada sana. Di samping ini, terus dibunyikan nyanyian lagu rasisme dari Aremania menuju Persebaya serta pun fansnya, Bonek.

Pastinya hal tersebut membikin Iwan Budianto amat menyesal dengan sikap yang dikerjakan dengan Yuli Sumpil.
“Iya aku telah lelah dan sangat muak mengingatkan ia, ” tutur Iwan Budianto pada BolaSport. com.

Tindakan tak terpuji Aremania pun berlanjut kala laga berakhir. Tersedia satu dari sekian banyak oknum pendukung Aremania yang memasuki di dalam gelanggang bersama nampak merobek-robek bendera Persebaya.

Bintang-bintang Arema FC begitu saja membawa oknum pendukung itu. Tidak kemudian, tersedia banyak pendukung Aremania yang memasuki gelanggang serta membikin bintang Persebaya berlarian menuju di dalam ruang berganti.

Melalui tribun VVIP pun beberapa botol berterbangan mengacu menuju pasukan Djadjang Nurdjaman itu. Tindakan Aremania ini pastinya tinggal menanti suspensi melalui Komite Disiplin PSSI.

“Masih tersedia saja hal-hal menurut ini, ” tutur lelaki yang pun berkuasa mewakili Ketua Umum PSSI itu.

3 Argumen Zidane Tak Bakalan Gantikan Mourinho di MU

Jose Mourinho masih didalam tekanan karena pencapaian buruk yang didapat Manchester United di panggung Premier League. Setan Merah mengalami dua result mengecewakan beruntun melawan Brighton lalu Tottenham.

Pencapaian itu menjadikan Setan Merah berada pada urutan ke 13 setelah mengarungi tiga partai. Pria berkewarganegaraan Portugal tersebut pun diklaim oleh jurnalis berita bola yang juga sering menulis artikel tentang berita MotoGP, mampu kehilangan pekerjaannya bila tidak mampu membalikkan situasi di dalam waktu dekat.

Nama-nama pemain yang bisa jadi penerus Mourinho pun sempat terdengar di media. Termasuk di antaranya ialah eks manajer Real Madrid, Zinedine Zidane.

Zidane kala ini lagi menganggur sehabis mundur dari Los Blancos saat ujung kompetisi musim lalu. Mengetahui kesuksesannya di Santiago Bernabeu, Zidane dikukuhkan sangat ideal untuk bertindak sebagai penerus Mourinho di Old Trafford.

Tetapi, legenda football Prancis tersebut sepertinya takkan datang menuju ke Manchester didalam waktu dekat. Berikut ini 3 alasannya sebagaimana ditulis Sportskeeda yang kami baca lewat blog lokal livescore bola.

Enggak Bisa Berbahasa Inggris

Jadi kesebelasan yang berada di Inggris, Manchester United pasti menginginkan juru tak-tik yang mampu berbahasa Inggris. Sayangnya, Zidane malahan enggak sanggup berbahasa Inggris.

Didalam konferensi pers prediksi bola malam ini, Zidane berulang kali menuntut bantuan penerjemah kala memperoleh pertanyaan didalam bahasa Inggris. Zidane lalu menjawab pertanyaan ini bersama-sama bahasa Spanyol.

Bahasa ialah hal yang begitu vital bagi Zidane buat melakukan kontak dengan anak asuhnya. Bila enggak fasih berbahasa Inggris, maka eks superstar Prancis itu bakalan kesulitan menjelaskan idenya juga melontarkan instruksi.

Kesulitan Tingkatkan Mental Penggawa MU

Satu argumen Zidane dapat meraih kesuksesan di Real Madrid lantaran dirinya mewarisi kesebelasan yang hebat. Pesepakbola kayak Cristiano Ronaldo, Isco, Luka Modric, Toni Kroos, atau pun Sergio Ramos mampu terbiasa mengangkat piala di Madrid yang berakibat memudahkan pekerjaan Zidane.

Tetapi, Zidane bakalan kesulitan memperoleh pemain dengan mental pemenang di United. Terutama, United kerap bongkar pasang penggawa dalam tahun-tahun terakhir.

Enggak banyak pesepakbola dari kesebelasan Setan Merah masa ini yang sempat mengklaim gelar Liga Inggris. Lantaran itu menurut media livescore Liga Italia online, Zidane membutuhkan upaya ekstra buat memperbagus mental para bintang United.

MU Tak kerap Pecat Manajer di Awal Musim

Sehabis jaman Sir Alex Ferguson, Setan Merah enggak pernah memecat manajer pada awal musim. David Moyes dibuang setelah sekadar menyisakan partai pada kompetisi musim 2013/14, dan Van Gaal dipecat saat akhir kompetisi musim 2015/16.

Lantaran itu, pos Mourinho diyakini terus aman sampai dengan ujung musim 2018/19. United enggan mendapat risiko andai mereka memecat Mourinho saat ini terlebih setelah kesebelasan finis di urutan ke-2 pada musim sebelumnya.

Masih dari situs Liga Inggris yang sama mengatakan, walaupun kinerjanya enggak memukau, United enggak semestinya memecat Mourinho. Lantaran, hal itu sekadar akan mendaratkan musibah yang sedikit lebih besar. Mourinho bakalan terus bertindak sebagai pelatih kepala United setidaknya sehingga kompetisi musim panas 2019.

3 Pesepakbola yang Sewajarnya Direkrut Tottenham di Januari

Mauricio Pochettino sempat menjalankan pekerjaan yang begitu mengagumkan di Tottenham. Laki-laki Argentina itu mampu memberlakukan Spurs sebagai satu raksasa yang sedikit disegani di Liga Premier Inggris.

Sehabis membantai Setan Merah di Old Trafford, Spurs memperoleh banyak komentar positif pada kompetisi musim ini. Tetapi, kedatangan rekrutan baru sejatinya mampu menjadikan mereka bertindak sebagai penantang trofi.

Pochettino memang enggak mampu mendaratkan pemain terbaru di bursa transfer jendela transfer musim panas kemarin. Tetapi, mereka tetap bisa melaksanakannya pada Januari besok.

Berikut ini 3 superstar yang harus ditandatangani Tottenham pada Januari sebagaimana ditulis Sportskeeda yang kami baca dari livescore Jerman.

Anthony Martial

Anthony Martial tengah terus dikoneksikan dengan beberapa klub seperti Arsenal dan Tottenham. Superstar Prancis itu mempunyai kemampuan dahsyat tapi lagi menjalani masa yang pelik di Manchester United.

Martial sangat ideal bertanding di bawah pelatih kepala kayak Mauricio Pochettino. Manajer Argentina itu terkenal mampu memperbagus penggawa muda.

Martial adalah pesepakbola yang mempunyai kemampuan membantai pemain belakang lawan berserta skill serta kecepatannya. Martial jelas bakalan menambah power di barisan depan Spurs.

Jack Grealish

Jack Grealish merupakan pesepakbola yang sedikit santer dikoneksikan dengan Tottenham pada musim transfer jendela transfer musim panas kemarin. Tetapi dikatakan oleh berita Bola, Spurs juga Aston Villa tidak dapat melaju menuju kesepakatan buat transfer pesepakbola Inggris ini.

Pochettino begitu bagus didalam mengembangkan bintang belia. Laki-laki Argentina itu mampu mengeluarkan talenta Grealish lalu membawanya menuju ke level mendatang.

Grealish menampilkan penampilan yang cukup konstan pada musim sebelumnya. Pemain menginjak umur 22 tahun tersebut bakalan menambah kualitas kesebelasan Spurs lantaran mereka hanya mempunyai dua bintang yang beroperasi sebagai gelandang serang didalam diri Dele Alli lalu Christian Eriksen.

Gareth Bale

Ini kemungkinan besar tampak mustahil tapi enggak ada yang enggak mungkin dalam football. Masa depan Gareth Bale di El Real dilaporkan oleh livescore bola lagi tidak bisa dipastikan yang berakibat sang penggawa terus berpeluang angkat kaki pada kompetisi musim ini.

Meski demikian, Gareth Bale ialah satu pemain paling hebat yang sempat dihasilkan Tottenham. Mereka bisa dipastikan akan bahagia menampung kembali pemain berkewarganegaraan Wales ini.

Dengan pesepakbola seperti Harry Kane lalu Dele Alli, Bale jelas bisa memperbagus kans Spurs didalam perebutan trofi. Walaupun telah enggak muda lagi, Bale jelas bakalan menambah kekuatan barisan serang Spurs.