Fernandinho: Aku Punya Peran Penting di City

Fernandinho: Aku Punya Peran Penting di City

Pemain berposisi gelandang Manchester City, Fernandinho, menyadari ia memainkan peran penting di timnya kini. Untuk itu, dia juga mau memberi semua kualitas paling baik demi membikin City selalu melangkah kampanye musim ini.

Apa yang dibilang pemain berposisi gelandang dari Brasil itu sesungguhnya bisa dibuktikan. Kampanye musim ini saja dia terus bermain menjadi strarter di Liga Premier Inggris. Malahan melalui 11 pertandingan, cuma satu kali ia digantikan Pep Guardiola.

Fernandinho mengaku perannya kampanye musim ini setingkat lebih sulit sebab ia tidak jarang mesti mengisi tempat Benjamin Mendy yang sering maju mendukung lini serang. “Peran aku ialah membenahi beberapa hal. Kami punya Mendy serta kadang aku mesti memblokir lini sebelah kiri kala ia maju. Sementara itu, Kyle Walker pun terus mendukung lini serang, ” jelasnya sebagaimana ditulis Daily Mail.

“Tanggung jawab aku amat besar, aku paham betapa pentingnya aku buat kesebelasan ini. Mengapa? Aku orang yang bagus, aku telah mendengar apa yang sudah dibilang, aku mengambil bola tanpa melakukan pelanggaran kepada lawan. Aku tersenyum sebab aku lelaki yang bahagia,” dia melanjutkan.

Di sisi lain, tentang duel-duel yang dihadapi di rumput hijau, Fernandinho menyatakan itu tak dapat dihindarkan di dalam sepakbola. Tak ketinggalan, bintang 33 tahun ini pun optimis menyatakan ia amat layak memperkuat tim sebesar Manchester City.

“Sepakbola ialah olahraga kontak. Ini amat normal. Di negeri Ku, mereka memanggil bintang yang bertanding di posisi aku sebagai pemain berposisi gelandang tinggal, tak buat berlaga bertahan. Aku coba memenangi bola atas buat mengawali serangan. Aku paham aku memiliki kemampuan yang lumayan buat bertanding di kesebelasan seperti ini,” ungkapnya.

Dikalahkan Arab Saudi, Timnas U-19 Indonesia Langsung Perbaiki Finishing

Dikalahkan Arab Saudi, Timnas U-19 Indonesia Langsung Perbaiki Finishing

Setelah dibantai tim nasional U-19 Arab Saudi 2 hari kemarin, tim nasional U-19 Indonesia bakal balik lagi menjalani pertandingan persahabatan.

Kali ini tim nasional U-19 Indonesia bakal berjumpa dengan tim nasional U-19 Yordania di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/10).

Di partai yang bakal dimulai pukul 18. 30 WIB ini, juru tak-tik tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, telah mengevaluasi apa saja kekurangan skuatnya kala dibantai 1-2 dengan Arab Saudi.

Bekas juru tak-tik Bali United ini meminta supaya di kala melawan Yordania anak kecil asuhnya dapat memperlihatkan penampilan paling bagusnya.

“Hasil melalui evaluasi pertandingan lalu, menurut kami ketahui, banyak masukan soal kelemahan-kelemahan yang perlu kami perbaiki, ” tutur Indra Sjafri di Gelanggang ABC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).

“Terutama hal-hal kecil guna dapat sempurnanya kesebelasan taktikal kami, ” tutur Indra Sjafri melanjutkan.

Lelaki dari Sumatera Barat ini melanjutkan salah satu kelemahan tim nasional U-19 Indonesia di pertandingan lalu ini tak dapat memaksimalkan bersama bagus kesempatan di hadapan gawang rival.

Padahal Indra Sjafri mencatatkan setidak-tidaknya tersedia banyak kesempatan yang mesti jadi gol ke gawang Arab Saudi.

“Salah 1 permasalahan kami ya finishing, kami seharusnya manfaatkan di sisa masa yang beberapa saat itu buat memperbaikinya, ” tutur Indra Sjafri.

“Selain finishing, tersedia individual tinggal yang tengah tidak begitu sabar hingga melahirkan rival memperoleh peluang bola mati, ” tutur Indra Sjafri melanjutkan.

Bos Arema Muak dengan Perilaku Yuli Sumpil

Bos Arema Muak dengan Perilaku Yuli Sumpil

CEO Arema FC, Iwan Budianto, memberi ungkapannya tentang sikap yang tak terpuji dari satu dari sekian banyak pentolan Aremania, Yuli Sumpil.

Sebelum laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di weekend ke-24 Liga satu 2018 pada Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/10), Yuli Sumpil turun menuju gelanggang guna mendekati kesebelasan rival.

Melalui rekaman video yang tersebar pada wartawan sosial, Yuli Sumpil nampak merobek-robek kertas di hadapan bintang-bintang Persebaya. Yuli Sumpil yang didampingi rekannya pun nampak adu mulut bersama penjaga gawang Persebaya, Alfonsius Kelvan, kala kesebelasan berjulukan Bajul Ijo itu tengah pemanasan di jeda paruh perdana.

Untung saja tersedia bintang-bintang Persebaya serta dewan Panpel Arema FC yang memisahkan ke 2 belah dewan itu.

Yuli Sumpil pun coba mendatangi salah gawang bersama memberi satu benda pada sana. Di samping ini, terus dibunyikan nyanyian lagu rasisme dari Aremania menuju Persebaya serta pun fansnya, Bonek.

Pastinya hal tersebut membikin Iwan Budianto amat menyesal dengan sikap yang dikerjakan dengan Yuli Sumpil.
“Iya aku telah lelah dan sangat muak mengingatkan ia, ” tutur Iwan Budianto pada BolaSport. com.

Tindakan tak terpuji Aremania pun berlanjut kala laga berakhir. Tersedia satu dari sekian banyak oknum pendukung Aremania yang memasuki di dalam gelanggang bersama nampak merobek-robek bendera Persebaya.

Bintang-bintang Arema FC begitu saja membawa oknum pendukung itu. Tidak kemudian, tersedia banyak pendukung Aremania yang memasuki gelanggang serta membikin bintang Persebaya berlarian menuju di dalam ruang berganti.

Melalui tribun VVIP pun beberapa botol berterbangan mengacu menuju pasukan Djadjang Nurdjaman itu. Tindakan Aremania ini pastinya tinggal menanti suspensi melalui Komite Disiplin PSSI.

“Masih tersedia saja hal-hal menurut ini, ” tutur lelaki yang pun berkuasa mewakili Ketua Umum PSSI itu.

3 Argumen Zidane Tak Bakalan Gantikan Mourinho di MU

3 Argumen Zidane Tak Bakalan Gantikan Mourinho di MU

Jose Mourinho masih didalam tekanan karena pencapaian buruk yang didapat Manchester United di panggung Premier League. Setan Merah mengalami dua result mengecewakan beruntun melawan Brighton lalu Tottenham.

Pencapaian itu menjadikan Setan Merah berada pada urutan ke 13 setelah mengarungi tiga partai. Pria berkewarganegaraan Portugal tersebut pun diklaim oleh jurnalis berita bola yang juga sering menulis artikel tentang berita MotoGP, mampu kehilangan pekerjaannya bila tidak mampu membalikkan situasi di dalam waktu dekat.

Nama-nama pemain yang bisa jadi penerus Mourinho pun sempat terdengar di media. Termasuk di antaranya ialah eks manajer Real Madrid, Zinedine Zidane.

Zidane kala ini lagi menganggur sehabis mundur dari Los Blancos saat ujung kompetisi musim lalu. Mengetahui kesuksesannya di Santiago Bernabeu, Zidane dikukuhkan sangat ideal untuk bertindak sebagai penerus Mourinho di Old Trafford.

Tetapi, legenda football Prancis tersebut sepertinya takkan datang menuju ke Manchester didalam waktu dekat. Berikut ini 3 alasannya sebagaimana ditulis Sportskeeda yang kami baca lewat blog lokal livescore bola.

Enggak Bisa Berbahasa Inggris

Jadi kesebelasan yang berada di Inggris, Manchester United pasti menginginkan juru tak-tik yang mampu berbahasa Inggris. Sayangnya, Zidane malahan enggak sanggup berbahasa Inggris.

Didalam konferensi pers prediksi bola malam ini, Zidane berulang kali menuntut bantuan penerjemah kala memperoleh pertanyaan didalam bahasa Inggris. Zidane lalu menjawab pertanyaan ini bersama-sama bahasa Spanyol.

Bahasa ialah hal yang begitu vital bagi Zidane buat melakukan kontak dengan anak asuhnya. Bila enggak fasih berbahasa Inggris, maka eks superstar Prancis itu bakalan kesulitan menjelaskan idenya juga melontarkan instruksi.

Kesulitan Tingkatkan Mental Penggawa MU

Satu argumen Zidane dapat meraih kesuksesan di Real Madrid lantaran dirinya mewarisi kesebelasan yang hebat. Pesepakbola kayak Cristiano Ronaldo, Isco, Luka Modric, Toni Kroos, atau pun Sergio Ramos mampu terbiasa mengangkat piala di Madrid yang berakibat memudahkan pekerjaan Zidane.

Tetapi, Zidane bakalan kesulitan memperoleh pemain dengan mental pemenang di United. Terutama, United kerap bongkar pasang penggawa dalam tahun-tahun terakhir.

Enggak banyak pesepakbola dari kesebelasan Setan Merah masa ini yang sempat mengklaim gelar Liga Inggris. Lantaran itu menurut media livescore Liga Italia online, Zidane membutuhkan upaya ekstra buat memperbagus mental para bintang United.

MU Tak kerap Pecat Manajer di Awal Musim

Sehabis jaman Sir Alex Ferguson, Setan Merah enggak pernah memecat manajer pada awal musim. David Moyes dibuang setelah sekadar menyisakan partai pada kompetisi musim 2013/14, dan Van Gaal dipecat saat akhir kompetisi musim 2015/16.

Lantaran itu, pos Mourinho diyakini terus aman sampai dengan ujung musim 2018/19. United enggan mendapat risiko andai mereka memecat Mourinho saat ini terlebih setelah kesebelasan finis di urutan ke-2 pada musim sebelumnya.

Masih dari situs Liga Inggris yang sama mengatakan, walaupun kinerjanya enggak memukau, United enggak semestinya memecat Mourinho. Lantaran, hal itu sekadar akan mendaratkan musibah yang sedikit lebih besar. Mourinho bakalan terus bertindak sebagai pelatih kepala United setidaknya sehingga kompetisi musim panas 2019.

3 Pesepakbola yang Sewajarnya Direkrut Tottenham di Januari

Mauricio Pochettino sempat menjalankan pekerjaan yang begitu mengagumkan di Tottenham. Laki-laki Argentina itu mampu memberlakukan Spurs sebagai satu raksasa yang sedikit disegani di Liga Premier Inggris.

Sehabis membantai Setan Merah di Old Trafford, Spurs memperoleh banyak komentar positif pada kompetisi musim ini. Tetapi, kedatangan rekrutan baru sejatinya mampu menjadikan mereka bertindak sebagai penantang trofi.

Pochettino memang enggak mampu mendaratkan pemain terbaru di bursa transfer jendela transfer musim panas kemarin. Tetapi, mereka tetap bisa melaksanakannya pada Januari besok.

Berikut ini 3 superstar yang harus ditandatangani Tottenham pada Januari sebagaimana ditulis Sportskeeda yang kami baca dari livescore Jerman.

Anthony Martial

Anthony Martial tengah terus dikoneksikan dengan beberapa klub seperti Arsenal dan Tottenham. Superstar Prancis itu mempunyai kemampuan dahsyat tapi lagi menjalani masa yang pelik di Manchester United.

Martial sangat ideal bertanding di bawah pelatih kepala kayak Mauricio Pochettino. Manajer Argentina itu terkenal mampu memperbagus penggawa muda.

Martial adalah pesepakbola yang mempunyai kemampuan membantai pemain belakang lawan berserta skill serta kecepatannya. Martial jelas bakalan menambah power di barisan depan Spurs.

Jack Grealish

Jack Grealish merupakan pesepakbola yang sedikit santer dikoneksikan dengan Tottenham pada musim transfer jendela transfer musim panas kemarin. Tetapi dikatakan oleh berita Bola, Spurs juga Aston Villa tidak dapat melaju menuju kesepakatan buat transfer pesepakbola Inggris ini.

Pochettino begitu bagus didalam mengembangkan bintang belia. Laki-laki Argentina itu mampu mengeluarkan talenta Grealish lalu membawanya menuju ke level mendatang.

Grealish menampilkan penampilan yang cukup konstan pada musim sebelumnya. Pemain menginjak umur 22 tahun tersebut bakalan menambah kualitas kesebelasan Spurs lantaran mereka hanya mempunyai dua bintang yang beroperasi sebagai gelandang serang didalam diri Dele Alli lalu Christian Eriksen.

Gareth Bale

Ini kemungkinan besar tampak mustahil tapi enggak ada yang enggak mungkin dalam football. Masa depan Gareth Bale di El Real dilaporkan oleh livescore bola lagi tidak bisa dipastikan yang berakibat sang penggawa terus berpeluang angkat kaki pada kompetisi musim ini.

Meski demikian, Gareth Bale ialah satu pemain paling hebat yang sempat dihasilkan Tottenham. Mereka bisa dipastikan akan bahagia menampung kembali pemain berkewarganegaraan Wales ini.

Dengan pesepakbola seperti Harry Kane lalu Dele Alli, Bale jelas bisa memperbagus kans Spurs didalam perebutan trofi. Walaupun telah enggak muda lagi, Bale jelas bakalan menambah kekuatan barisan serang Spurs.